Pages

Saturday, May 03, 2014

Metamorfosis Profesi Vidya Antariksani - Do your Job Happily

Pertama kali bertemu dengan Vidya di acara sharing mengenai Harmonisasi Keluarga dengan ahli Psikologi Alam Bawah Sadar, Ibu Nunki, yang diselenggarakan oleh TDA Bekasi. Vidya terlihat begitu muda, sederhana dan bersahaja, dengan celana jeans, kaus lengan panjang dan hijab. Juga tidak banyak bicara (belakangan dia mengaku bahwa memang kurang pandai bicara - ah masa' siy??)


Mendengar nama lengkap Vidya Antariksani pertama kali saat bergabung di grup belajar nge-blog yang dimentori oleh Mbak Mira Sahid. Sontak saya berfikir, pasti Bapaknya adalah seorang penyuka hal-hal yang berbau antariksa.. atau orang tuanya bermimpi suatu saat anaknya kan menjadi antariksawati pertama dari Indonesia yang mendarat di bulan atau planet manaa.. gitu.. Atau mungkin Bapaknya seorang penerbang Angkatan Udara yang sangat mencintai langit.. ah entahlah, itu kan cuma tebak-tebakan saya sajah. (ternyata emang bener ayahnya seorang penerbang.. he..he..)
Yang jelas, temanku yang satu ini adalah seorang Ibu muda yang cantik, ga kliatan banget kalau anaknya yang bernama Muhammad Baniin Syabits sudah berumur 19 bulan saat ini. Masih kelihatan seperti remaja baru lulus SMA gitu.. aduuh.. *jadi ngiri -- uhuy...

Anyway, ada yang menarik dari Vidya.  Kali ini saya akan berbicara mengenai metamorfosis profesi yang di alami oleh Vidya.

image source
Vidya bercerita bahwa ia adalah seorang alumni Fakultas Psikologi Universitas Airlangga Angkatan 2002. Lulus tahun 2007, langsung diterima bekerja di PT Elnusa (salah satu anak perusahaan Pertamina) sebagai karyawan di Bagian HR Learning and Development. Keren kan, begitu lulus kuliah langsung kerja di perusahaan besar.. 2.5 tahun dibagian itu, kemudian tahun  2010 pindah kebagian Career Development, masih di Elnusa.
Vidya memutuskan untuk berhenti bekerja pada bulan Mei 2012, saat Syabit, putranya, berusia 6 bulan. Pekerjaannya di Elnusa menuntut Vidya sering pulang malam dan dinas ke luar kota, sehingga harus meninggalkan si buah hati yang masih sangat kecil. Keputusan Vidya adalah keputusan yang paling tepat di ambil oleh seorang Ibu yang mencintai anaknya lebih dari karirnya, dan Vidya juga yakin bahwa rizky Allah bisa datang dari mana saja, tidak harus berasal dari pekerjaan di kantor.

Nah, disinilah dimulainya metamorfosa profesi yang pertama, dari telur (pekerja yang terkungkung oleh rutinitas kantor) menjadi seekor ulat yang harus mencari makanan sendiri (pengusaha yang harus menjalankan usahanya secara mandiri)... Saya sebut metamorfosis, karena perjalanan profesinya mengalami perubahan total, yang seolah tidak ada sangkut pautnya satu dengan lainya, tapi sebenarnya adalah merupakan proses yang harus dilaluinya.

Saat bekerja di PT. Elnusa, Vidya bekerja dalam bidang yang masih bersangkutan dengan disiplin ilmunya, namun ketika sudah berhenti bekerja dia malah memutuskan untuk menjadi seorang pengusaha kuliner, yaitu menjadi pembuat dan penjual Ice Cream Cake. Vidya juga tak mengerti kenapa dia tertarik dengan Ice Cream Cake saat itu. Namun ia belajar membuatnya. Kemudian mencoba memasarkan dan mempromosikan ke teman-teman dekatnya, dengan harga murah sebagai pengganti bahan saja. Namun beberapa kali menerima pesanan dan selalu berujung pada kegagalan, akhirnya Vidya merasa dia tidak hanya tak berbakat dalam bidang kuliner, tapi dia juga mengakui bahwa dirinya tidak sepenuh hati menjalankan bisnis kuliner-nya. "Tidak happy" katanya.. oleh karena itu Vidya memutuskan untuk menghentikan profesinya di dunia kuliner.. Namun begitu, kegagalan pertama ini telah memberikan pelajaran yang berharga baginya.

Sebenarnya Vidya lebih bercita-cita ingin memiliki sebuah Rumah Cantik, yaitu sebuah tempat yang menyediakan perawatan kecantikan dan kebugaran khusus bagi para wanita, seperti spa, konseling kecantikan dan olah raga. Sejak dulu, ia selalu memperhatikan Ibunya yang berprofesi sebagai MC Pengantin, Make Up Artist bagi keluarga pengantin dan Jilbab Stylist. Bahkan Ibunya yang berdarah Bali pernah menjadi seorang penari bali dan memiliki sanggar tari tersendiri. Dari situlah Vidya mengenal dan belajar tentang perawatan kecantikan alami ala Indonesia seperti lulur, mangir, rempah dan sebagainya.

Saat ini, Vidya sedang mengalami proses metamorfosa yang kedua. Ia mulai merubah dirinya menjadi kepompong. Saat ini Vidya sedang mempelajari dan lebih mendalami minatnya di bidang perawatan kecantikan, agar kelak bisa mewujudkan cita-citanya membuka dan menjalankan bisnis Rumah Cantiknya sendiri. 
Didalam balutan cangkang kepompong, seekor ulat mengalami perubahan yang cukup significant, merubah bentuknya, menumbuhkan sayapnya, merubah warnanya, dan lain-lain. Begitu juga Vidya. Saat ini dia harus benar-benar belajar dan memperdalam ilmunya, kemudian juga menyiapkan mental, fisik dan modal yang kuat untuk bisa membuka dan menjalankan usahanya. Meski masih dalam tahap persiapan, Vidya mengaku kini dia lebih happy menjalani proses ini, dikarenakan dunia kecantikan memang menjadi dunia yang selama ini berada diseputar kehidupannya dan menimbulkan minat yang besar dalam dirinya.

Sebagai teman yang lebih senior dalam usia (sudah tuwir - red) dan sudah lebih dulu berkesempatan memulai usaha, ada sedikit saran dari saya untuk Vidya (sebenernya sih ada 3 :-D),

Pertama : saat kita memutuskan untuk terjun ke dunia bisnis, hendaknya kita memang memilih bidang yang sesuai dengan minat kita. Bidang yang menimbulkan kesenangan dan kegairahan bagi kita saat melakukannya. Karena Minat adalah yang paling utama dalam memulai usaha. Dengan minat kita yang besar pada bidang yang kita geluti, maka berbagai kendala seperti kemampuan dan permodalan bisa kita tumbangkan. Kalau kita happy melakukannya, kita bisa mempelajari apapun dengan mudah. Kalau kita sudah memiliki minat dan kemampuan menjalankannya, tentunya dengan modal terbatas pun tidak mustahil untuk memulai sebuah usaha dan membuatnya menjadi besar..
Jadi, sepertinya bisnis yang sedang di persiapkan oleh Vidya kali ini adalah pilihan yang tepat baginya, dimana dia bisa meletakkan seluruh feeling dan passion-nya didalam bisnis ini. Do Your Job Happily...

Saran kedua adalah : dalam usaha dibutuhkan keberanian, kekuatan mental dan kegigihan. Bukan semata-mata bakat yang bisa membuat seorang pengusaha berhasil di bidangnya, tetapi lebih kepada kegigihannya menghadapi dan menyelesaikan semua tantangan yang ada. Bukankah setiap persoalan merupakan ujian bagi hidup kita? Bila kita berhasil menyelesaikanya, maka kita bisa "naik kelas" ke jenjang yang lebh tinggi.. Saya berharap Vidya nantinya bisa benar-benar meneguhkan mentalnya untuk terus berusaha, apapun yang mungkin menjadi kendala dalam bisnisnya. Jangan pernah menyerah, ada seribu jalan menuju sukses.

Saran ketiga yaitu : sambil mempersiapkan diri Vidya sendiri dari segi kemampuan, mental dan modal, ada baiknya Vidya saat ini mulai mencari partner yang tepat untuk bisnis Rumah Cantik ini. Karena bisnis dibidang perawatan kecantikan memang membutuhkan modal yang tidak sedikit dalam hal tempat dan peralatan, juga ragam perawatan dan pelayanan yang beraneka, maka kehadiran seorang partner dalam usaha ini mungkin dapat sangat membantu. Dua kepala akan lebih baik daripada satu kepala. Empat tangan akan lebih baik daripada dua. Dan sebagaimana mencari jodoh dalam pernikahan, mencari seorang partner tidaklah mudah. Maka hal ini harus dilakukan dengan sangat hati-hati, penuh kesabaran dan tak pernah lepas dari untaian doa.. (taelah..) Ya iya lah... sebagaimana kita selalu berdoa untuk diberikan jodoh yang terbaik, maka kita juga wajib berdoa untuk mendapatkan partner usaha yang terbaik, yang sehati, yang jujur, yang bisa saling menghargai dan pengertian, yang mau bekerja bersama sebagai team tanpa terlalu banyak perhitungan untung rugi dan sebagainya.
Dan yang perlu diingat, saat berpartner, maka kedua belah pihak sebaiknya sama-sama memiliki resiko berupa penempatan modal (dana) yang sama besar, sehingga tidak ada satupun pihak yang akan bekerja semaunya atau tiba-tiba saja meninggalkan bisnis tersebut dikarenakan dia tidak memiliki resiko apapun.

Pada akhirnya saya ingin mendoakan Vidya, semoga proses metamorfosanya kali ini tidak perlu berlangsung terlalu lama, tapi cukup bagi Vidya untuk mempersiapkan semua yang ia butuhkan sebagai dasar memulai usaha barunya. Jangan takut untuk tumbuh dan berubah menjadi sesuatu yang lebih indah. Saya berdoa, semoga dalam waktu dekat ini, saya bisa melihat sang kepompong terbuka dan Vidya akan keluar dari dalamnya sebagai pengusaha muda yang memiliki keyakinan dan tekad yang teguh, memulai dan membawa usahanya menuju kesuksesan. Seperti seekor kupu-kupu yang merentangkan sayap indahnya untuk pertama kali, kemudian terbang bebas membubung ke langit yang tinggi... 

Go Vidya Antariksani.. Cakrawala terbentang di hadapanmu..

by : Yulinda
KlappyKoe, Klappertaart Halal dan Nikmat
http://klappykoe.com
@klappykoe
IG : klappykoe





7 comments:

Unknown said...

Selalu suka sama tulisan Uni, jadi pengen direview juga sama Uni hihihi.... Maju terus Mba Vidya, maju terus Uni Yulinda :)

Unknown said...

onde mande.... bener2 super tulisannyo uni.

semangat mbak Vidya, yakinlah mbak pasti bisa seperti kupu2 cantik yang terbang bebas berkreasi mengikuti kata hati utk menggapai impian indah itu

Yulinda said...

Amiin, Mbak Endah dan Mbak Pipit, kita doakan semoga Mbak Vidya bisa segera terbang tinggi dengan sayap indahnya ya... bahagianya kita bisa saling mendoakan sesama teman..

Unknown said...

ikut seneng bacanya, gutlak temen-temenku tercintah.... dan mari bersama meraih sukses dengan bergandengan tangan....

Unknown said...

tulisannya mbak yulinda ciamik gitu,....semangat terus yah mbak vidya...agar kelak menjadi kupu-kupu yg cantik...

Unknown said...

Makasi tulisannya Mba Yulinda, terharuuuu...
Aamiin semoga doanya terkabul Vidya jadi pengusaha muda yang gigih untuk mencapai cita-cita.. :))

Rizal property said...

Semoga sukses buat mba vidya raih lah cita2 mu...