Tak pernah kukira akan bisa melihat lagi binarnya matamu saat kamu melihatku. Kutangkap kegembiraan yang tulus saat kau menyambut kehadiranku.. Duhai, betapa saat seperti ini sudah begitu lama ku rindukan. Keharuan membuncah dalam dadaku, tapi sayang keramaian jalan di Dago Pojok saat itu tidak memungkinkan aku serta merta memelukmu..
Entah apa yang membuatmu sedikit berubah seperti ini. Biasanya aku harus slalu menelan kekecewaanku saat kita bertemu. Padahal setiap pertemuan sebelum ini denganmu, selalu ku antisipasi dan kunantikan dengan penuh suka cita. Namun yang biasanya terjadi adalah, wajahmu selalu datar dan sikapmu begitu dingin, membuatku menggigil dalam kerinduan yang tak terbalaskan..


